Menggoda Memek Anaknya Om

Cerita Mesum Terbaru - Haloo…saya Muncar, kisahku terjadi sebelum saya menikah dan berkeluarga. Dulu saat saya tinggal di Pekalongan, di belakang rumahku tinggallah keluarga Om Jono. Sepertinya masih  ada hubungan keluarga tapi jauh banget, dan hubungan sadauraku hanya dengan kakeknya yang sepupu dari neneknya. Dan Henik merupakan anak yang di bawa dari istri Omku Jono karena Om ku menikahi janda Tante Rani dari daerah Batan.

cerita sex memek ponakan, cerita mesum ponakan, ponakan gadis hot, kisah dewasa ponakan sange, kisah seks baru ponakan hot, ngentot ponakan hot, kisah panas ponakan
Menggoda Memek Anaknya Om
Saat saat saya di bangku SMP sampai SMK, saya sering maen ke rumahnya, dan karena kebiasaanku dengan membaca buku porno mempengaruhiku, otakku untuk melakukan perbuatan itu.  Saya mulai berani megang-megang bagian tubuh intim dari Henik.

Keluarga Om Jono tak curiga karena saya masih beranggapan saudara atau keponakan walau jalurnya jauh. Saat itu Henik sering sekali menyapu halaman belakang dan saya peluk dari belakang dan meraba-raba teteknya atau saat saya sedang menginap saya sering meremas - remas tangannya dan pahanya untuk permulaan awal.

Henik pun saat itu masih lugu sekali dan hanya merespon birahi yang Henik berikan tanpa mengetahui apa yang harus di perbuatnya pada saat itu. saya pun sering mengocok dan
membayangkan seandainya saya bisa hubungan intim  dengan Henik.

Beberapa tahun telah berlalu, dan saat ini saya sudah bekerja di perusahaan logistik. Dan Henik pun sudah menikah dengan laki-laki yang juga masih tetangganya di kota Pekalongan. Laki-laki itu adalah  orang yang berpenghasilan sebagai kerja proyekan aja.

Dan saya sudah tak tinggal di daerah Pekalongan, tapi sekarang saya ngekost juga yang masih dalam wilayah Pekalongan juga karena pekerjaan ku yang di tempatkan disini. Pada saat saya sedang dinas ke luar kota.

Dan kebetulan saya lewat daerah pekalongan itu, lalu saya menyempatkan untuk mampir ke rumah Om Jono hanya untuk sekedar rehat sejenak, ternyata Om Jono sedang bekerja dan Tante sedang pergi ke pasar untuk belanja bulanan.

Yang ada hanya saudara Om Jono yang kebetulan sudah tua. Saat itu pernikahan Henik sudah berjalan 2 tahun dan saat saya datang Henik sedang asyik menonton acara di TV dengan mengenakan baju daster mini yang terlihat sedikit toketnya.

“Halo Henik . . . .? ? ? apa kabarmu . . . . ? ? ?”

“Eh , Muncar ? lama juga gak keliahatan. Silakan masuk duduk ? ?”

“Ada apa nih , tumben amat ??”dengan nada lembut dan halus.

Saya : Kebetulan saya tadi lewat , dan saya sempatkan untuk mampir.

Kemudian Henik membuatkan saya minuman dingin dan segar, setelah setengah jam kemudian Henik bercerita dan pembicaraan yang keluar dari mulutnya, meluncur cerita tentang suaminya.

Dulu sekali suaminya itu sering jajan ke tempat tempat seks komersil dan saat berhubungan intim dengan ku hanya sebentar saja.

Dan kadang-kadang penisnya sulit untuk ereksi.
Saat saya mendengarkan cerita dari Henik dengan santai, akhirnya Henik mengatakan soal saya dan Henik dulu yang membuat debar-debar jantungku.

“Hehehehe . . . . . jadi ingat masa lalu? ? ? ? saat kita masih. . .  . ?”

Ku arahkan jariku ke mulutnya, agar Henik tak meneruskan perbincangan kalimat yang selanjutnya dan secara tiba-tiba kuremas kembali jari jemari tanganya.

Dan langsung saya cium dan saya lumat bibirnya dengan penuh birahi yang tak pernah padam pada Henik serta ku peluk juga tubuhnya yang masih terlihat seksi. Henik pun melenguh , itu tandanya nafsu birahinya juga mulai meningkat dan meluap.

Ouuughh….Aghh. . . . . .Muncar. . . .! ! ! !

Penisku pun terasa sudah sangat tegang seakan mau mencotot dari tempatnya di balik celana panjangku. Kemudian saya arahkan lidahku ke bagian lehernya yang kemudian mengarah turun ke belahan toketnya.

Henik makin tak karuan dan mendesah dasyat dengan reflek tangannya yang sedang mau membuka resleting celanaku dan meraba-raba penisku yang sudah mengeras kencaang. Kemudian penisku di kocok-kocok nya langsung tanpa basa-basi secara perlahan dengan lembut.

Rasa nikmat menjalar ke seluruh tubuh saya dan segera saya buka pakiannya dan sekarang Henik hanya pake bra saja dan celana dalam saja.

Dan kemudian Henik melepas kancing kemeja saya satu persatu, dan dengan lihai dan cepat Henik melepas celana panjangku. Ku langsung membuka bra yang telah menutupi teteknya yang masih begitu padat dan kenyal karena Henik belom mempunyai anak.

Saya terus berlanjut dan saya jilatin dan kuremas- remas secara perlahan kedua bakpao yang padat dan kenyal.

Henik : Muncar. . . . .Arggh. . . .Ush. . . . .enak sayang. . . .

Desahannya begitu menggairahkanku, membuat birahi saya makin memuncak dan meletup-letup.

Saya : Kamu . . .sangat seksi sekali. . . . .mhhhh. . .

Dengan ucapanku yang sedikit terbata bata karena gerakan yang sering saya lancarkan , jadi perkataan saya kurang bagus dan tak teratur karena dengan nafsu birahi yang meledak ! ! !

Dengan rasa penasaranku pada saat saya masih duduk di bangku sekolah haru s saya lampiaskan dan saya tuntaskan . Karena Henik juga sudah ada yang punya dalam pikiranku, dan saya tak membuang banyak waktu, ku lucutkan celana dalamnya yang berwarna pink dan saya  lucutkan kembali celana dalam saya.

Dan kini penis saya sudah berdiri sepenuhnya dan tegak, berdiri tengang mencuat ke atas dan siyap untuk menghajar dan menuju lubang kenikmatan milik Henik.

Ku arahkan bibirku kea rah lubang kenikmatan.  Lalu mulailah ku jilati vaginanya yang sudah mulai membasah karena Henik sudah mengalami birahi yang sangat kuat dan sesekali ku sedot sedot itilnya yang merekah. . . .

Henik : Uhhh. . . . Muncar. . . kamu apakan vagina ku? ? ?

Dan sepertinya suaminya tak pernah melakukan adegan seperti yang saya lakukan.

Henik : Ouhhh. . . .Shh. . . Mh. . .Enak. . . .! ! !
Henik pun mulai meracau, mungkin suaminya karena dulu sering jajan sana sini makanya jarang atau tak mengerti apa itu pemanasan.

Dengan jilatanku yang semkain liar dan henik mulai dengan mengoyang goyangkan pinggulnya,  muter-muter tak karuan pertanda sepertinya Henik juga sudah lupa diri dan lupa akan segala galanya dengan status yang sudah bersuami.

Henik : Muncar. . . pleae. . .Henik Gak kuat dan gak tahan ! ! cepet masukin penismu ya Muncar. .

Dengan nada mendesah dan meminta, kulihat Henik sudah tak sabar lagi untuk menggapi puncak orgasme dan Henik membuka Vaginanya lebar-lebar dengan mengangkang kan kedua kakinya.

Langsung kumainkan sedikkit dengan kepala penisku sedikit sedikit, dan sepertinya Henik mulai mengeliat sampai gak kuat rasanya dan tak karuan polahnya. Saya mainkan dulu itil nya dengan kepala penisku , kugesek-gesek terus sampai mengeras pula kepala penisku .

Setelahnya serasa sudah cukup, langsung ku tancapkan penis saya ke dalam vaginanya yang sudah basah. . . basah . . . .

Langsung begitu mudah dan lancar saat masuk kedalamnya vaginanya.

Henik : “Ouggghh. . . .Argggh. . . .Iyees. . .Hmm. . . .Enaaaak. . . “
Penisnya hangat . . coba dari dulu??

Henik pun kembali meracau tak jelas. Ku genjot aja penisku keluar masuk ke dalam vaginanya dan secara keterusan makin cepat gerakan saya. Makin cepat dan cepat sehingga membuat suara benturan antara paha saya dan paha Henik.

“PLOOOOK. . . .CEEEPLOK. . . .PLOOOOK. . . “

Mendengar suara semacam itu , nafsu birahi saya menjadi liar tak karuan.  Setelah 25 menitan berlalu , saya genjottt. . . . .genjot dan genjot. . . penis saya ke dalam vaginanya Henik .

Secara tiba-tiba vaginanya terasa menjepit penis saya dan dengan kencang nya jepitannya dan Henik memeluk saya dengan kencang serta mengigit di area putting saya.

Sepertinya Henik sebentar lagi mau orgasme, dan saya pacu terus penis saya lebih cepat dan dalam jauh ke dalam lubang vaginanya sampai saya penthok-penthokkan dan tubuhnya kejet-kejet karena arasa nikmat yang luar biasa.

Henik : Muncar. . . .!! Henik mau keluuuuar. . . . .

Saya : Iya , Sayaang. . . . .saya juga. Sebentar lagi ya. Dengan mendesah. . .

Dengan penis yang sudah mengeras dan sudah berkedut-kedut siyap untuk menyemprotkan air sperma.

Saya : Henik. . .saya juga mau keluar ! ! ! !

Badan saya yang ambruk sesaat pada saat saya menyemprotkan sperma saya di dalam vaginanya. dengan posisi badan saya yang menindih dan ambruk di bagian toketnya dengan tubuh yang berkeringat dan saya elus-elus toketnya dan kucium kembali bibirnya yang menggoda.

Saya : Sayaaang. .. .vagina kamu enak banget.  . . . ! ! !

Henik :  Penismu juga Ren. . .Uh. . .Manteeeeb ! !

Dan Henik yang sudah tak berdaya karena sudah lemas, tanpa kami sadari ada sepasang mata yang mengintai kami dari tadi. Bahkan sepertinya dari awal permainan.

Saya lirik ruangan sebelah yang hanya tertutup tirai, saat kulihat di sampingku Henik sudah tertidur pules karena lemas. Ku hampiri langsung sesuatu yang menitip saya sejak tadi. Dan ternyata dia adalah orang tua tadi, dengan tanpa berbusana sama sekali ku hampiri dia. Orang tua itu yang tak mengerti sama sekali.

Kemudian ada juga seseorang yang mengintai saya juga. Ternyata ada gadis yang bisu yang tak bisa bicara apa- apa setelah ku hampiri. Wanita itu hanya menatap penis saya yang kini sudah mulai kembali tegang. Saya tunjuk dengan jari ke arah penis saya dengan maksut apakah wanita ini juga ingin seperti yang di lihatnya tadi.

Kuraih tangannya untuk memegang penis saya, tangannya gemetar karena saya tahu pasti dia belum pernah disentuh laki-laki apalagi diraba, saya takut ada orang lain lagi yang datang dan ada mata lain yang menangkap basah perbuatan saya ini. Maka segera kubuka bajunya dan seluruh pakaian dalamnya, kusedot dan kuhisap toket nya dan kumasukkan jariku ke dalam vagina nya.

“Ouuuh, , , ,Argh . . . .  .”

Wanita ini mulai keenakan karena mungkin dia sudah horny dari tadi melihat adegan saya dengan Henik.

Kuhujamkan penis saya agak keras ke lubangnya yang masih virgin alias perawan, kututup mulutnya agar tak berteriak atau mengeluarkan suara keras, hingga membangunkan Henik atau terdengar oleh yang lain.

Kugenjot makin cepat dan cepat, Wanita ini kusuruh menungging dan tangannya berpegangan pada tepi ranjang.

Saya genjot penis saya keluar masuk, tiba-tiba dia berbalik lalu dengan ganasnya memegang penis saya untuk dimasukkannya ke vaginanya dari depan lalu mengajak saya jatuh keranjang nya.

Kugenjot lagi dia dengan posisi normal seperti yang dia inginkan.

“Mhmhmhmhmhmhmmmmm. . . . .Mhhhhh. . . . ”

Karena bisu dia tak bsia mengatakan akan orgasme atau keluar, maka dia memeluk erat dan menggigit leherku lalu terkulai lemas dengan mata terpejam, saya harus orgasme juga dengannya, pikir saya.

Tak peduli dia sudah terkulai lemas dan memejamkan mata, kugenjot dia cepat dan penis saya mulai berdenyut-denyut agak lama kini saya mengalami orgasme.

Karena sepengetahuanku, jika pada permainan yang kedua ,seorang pria pasti  akan mempunyai daya tahan yang agak lama. Nafas saya mulai terengah-engah dan sambil saya genjot vagina wanita ini yang sudah basah itu saya cumbui bibirnya walaupun wanita ini tak merespon atau mungkin tak tahu bagaimana cara berciuman.

“SSsh.... Saya mau munn.. Cratt.. Arghh”

“Crooooot. . . .  .croooot. . . . Croooot. . . . .”

Saya jroootkan  sperma saya didalam liang vaginanya yang hangat dan basah.
Ahh.. Nikmat sekali  siang ini.

Saya kenakan pakaian dan saya bangunkan Henik untuk berpamitan, sambil kubisikkan padanya.

“Lain kali kita ketemu diluar ya. . . .?”

Henik hanya menjawab dengan anggukan dan senyuman. Sekian dulu ceritanya ya guys, nantikan cerita selanjutnya guys. End