Sangat Bergairah Ngesex Pacar Pertama

Cerita Dewasa Seks Sekolahan - Heloo ,aku Riko. Ketika aku menginjak kelas 2 SMA, aku berpacaran dengan cewek yang selama setahun aku perhatikan dan dekati. Cewek itu bernama Nanik, setelah itu kami resmi jadian. Salama masa perkenalan itu , kami sering pulang bareng. Memang aku sengaja pulang bareng dengannya, supaya aku bisa mendekatinya.

kisah mesum di sekolah, cerita sex pacar, ML sama pacar, kisah dewasa pacar sange, pacar binal, ngentot memek pacar, pacar hot, kumpulan seks terbaru siswa 2018
Sangat Bergairah Ngesex Pacar Pertama 
Nanik merupakan cewek yang bertubuh seksi, sehingga membuat mata para lelaki yang melirik kepadanya. Dengan tubuh yang aduhai dan ukuran tetek yang lumayan bohai saat  di pandang apalagi di rempon dan dengan postur tubuhnya yang lumayan tinggi, kisaran 163 cm dan bertubuh ideal seperti tubuh para model majalah panas.

Tapi penyebab aku jadian dengan Nanik bukan karena tubuhnya yang seksi, melainkan suka becanda nya yang semakin aku mengerti setelah selama setahun kami berkenalan. aku sangat mencintainya karena dengan sikap yang manja dan genit membuat ku senang bersama si Nanik.

Hubunganku dengan Nanik seperti pacaran yang cupu , seperti jaman dahulu. Hanya dengan menonton film-film bioskop dan jalan-jalan doang.

Sering kali pada saat kita pulang , aku sering mampir ke rumahnya utnuk bercanda dan mengobrol dengan Nanik. Kadang- kadang juga untuk mengerjakan tugas sekolah.

Pada saat aku maen kerumahnya Nanik, rumahnya terlihat sangat sepi . dan entah kemana keluarganya pergi sehingga terlihat sepi di rumahnya. Dan setelah Nanik berkata kepadsaya , bahwa orang tuan nya sedang pergi luar kota untuk beberapa hari. Jadi kami hanya berdua saja di rumah Nanik.

“Mau nonton FILM DVD ga? Nanik punya FILM DVD baru nih..,” katanya seperti biasa dengan ceria.
“Boleh,” sahutku. “Bentar ya, Nanik mo ganti baju dahulu, bau,” katanya sambil menuju ke arah kamarnya.
Saya pun memasukkan keping FILM DVD ke dalam playernya sambil menunggunya ganti baju.
Tak lama Nanik pun kembali ke ruang tengah dengan short pendek sekitar 15 cm di atas lutut dan kaos seksi. Kami pun menonton film dengan duduk bersebelahan di tengah yang ada sofanya empuuuk. Film yang kami tonton adalah film “Twiilight New Moon”

Ku genggam tangannya dan menariknya menempelkan bahunya dengan bahuku, Nanik pun merapat dan lenganku pun kini berada di atas toketnya yang empuuk. Nanik sudah terbiasa dengan hal ini, biasanya pun seperti itu tiap kali nonton di bioskop atau di perjalanan.

Semakin lama posisi duduknya makin bergeser dan kini Nanik tiduran dengan kepalanya berada di atas paha saya. “menawaaannya Nanik ini,” pikirku dalam hati. Tangan aku letakkan di atas perutnya. Ketika adegan ada adegan panas di film, aku rasakan nafasnya berubah. Terus terang aku pun merasa terangsang, pelan-pelan kugeser telapak tangan aku ke atas toketnya, tapi Nanik menolaknya.

Karena terbawa suasana, kucium keningnya dan Nanik tersenyum kepada saya. Kulanjutkan dengan mengecup pipi dan bibirnya, lagi-lagi Nanik tersenyum. Itu adalah ciuman pertama kami. Ciuman yang awalnya hanya menempel kurang dari sedetik, kini sudah menjadi ciuman penuh nafsu birahi . Lidah kami pun saling bermain dan tanganku pun sudah meremas-remas toketnya.

Tiba-tiba Nanik bangun dan duduk di sebelahku,

“Sudah ya, nanti keterusan lagi sayang”. ucapnya.

“Sorry ya, abis kamu gemesin sihh….”

“Tau ngga, itu tadi ciuman pertama aku lho,” ujarku polos.

“Sama,” ujar Nanik.

Jawabnya lagi sambil menampilkan senyumnya yang bikin makin cinta itu.

Kami pun meneruskan menonton film dan hanya menonton.

Setelah film selesai, Nanik bangkit dari duduknya,

“Mau ke mana?” Tanya saya.

“Mau beresin baju dahulu buat besok,” jawabnya.

Memang besok kami akan pergi ke luar kota bersama seluruh teman satu sekolah.

“Mau dibantuin?” Tanya saya.

“Iya  Makasih….” ucap Nanik . Menjawab sambil berjalan menuju kamarnya.

Saya pun mengikutinya ke kamarnya dan inilah pertama kalinya aku masuk ke kamarnya. Kamarnya betul-betul menunjukkan kalau Nanik masih manja, dengan tembok cat cerah dan dengan boneka di atas ranjang dan lamarinya.

Nanik mulai mengeluarkan baju-bajunya.

“Yang ini jangan dibawa, terlalu seksi,” kata saya.

Ketika Nanik mengeluarkan bajunya yang memang tipis dan berbelahan dada besar.

“Jangan protes doang, nih beresin sekalian,” jawabnya seolah protes dengan memasang wajah ngambek, tapi lagi-lagi tetap terlihat manja.

Saya pun mengambil alih lemarinya dan kupilih-pilih baju yang kupikir cocok untuk dibawanya. Tiba-tiba muncul pikiran nakalku untuk memilihkan juga pakaian dalamnya. Kuambil satu yang berwarna hitam kerenda,

“IIIIih…. jangan pegang-pegang yang itu”  jerit manjanya sambil berusaha merebut dari tanganku.
Saya pun menghindar sedikit,

“Wah ini ya bungkusnya, gede juga,” canda saya.

Nanik pun menarik tanganku dan memelukku untuk merebut BH dari tanganku yang lain. Segera saja kucium lagi bibirnya dan Nanik pun membalas ciumanku.
“EEemmmh…EEemhhh,” suaranya mendesah sambil tangannya memegang tanganku.

Kudorong tubuhnya ke ranjang sambil terus berciuman. Kini posisiku ada di atasnya dan menempel di tubuhnya. Terasa betul toket kenyalnya di dada saya. Kugeser tubuh aku ke sampingnya agar dapat meremas toketnya.

“Eemmmh…Eemhhhhh…Eemhhhh,” desahnya makin jelas.
Dan kini tangannya sudah menyentuh kontolku dari luar celana saya.
“Sudah nafsu banget,” pikirku.

Perlahan-lahan kumasukkan tanganku ke dalam kaosnya dan meremas toketnya langsung. Kuangkat ke atas kaosnya sehingga kini terpampang toektnya yang besar terbungkus BH Hitamnya.

Segera kuciumi kedua toketnya dan tak lama Nanik pun melepas sendiri BH nya. Benar-benar toket yang besar dan indah, warnanya putih dengan puting yang berwarna kecoklatan.

Kumainkan kedua putingnya, kujilati bergantian.

“Eemmmh….emhhhh…kamu juga buka dong,” pintanya sambil menahan desah.

Segera kubuka baju ku dan celana hingga tinggal celana dalam, kulanjutkan dengan membuka celana pendeknya.
“Celana dalamnya jangan,” tolaknya.

Ketika aku akan menarik lepas celana dalam hitamnya.
Kulanjutkan jilatan-jilatanku di puting toketnya, tangan kiriku memainkan puting yang satu lagi, sedangkan tangan kananku menggesek-gesek memeknya dari luar celana dalam.

“Enak…..”? Tanya saya.

Nanik hanya mengangguk sambil meremas-remas kontolku dari luar celana dalam. Tiba-tiba Nanik menarik keluar kontolku.

“Dibuka aja ya?” Tanya aku sambil kubuka celana dalamku.

Tangannya makin kuat meremas-remas kontolku, sementara tangan kananku mulai memasuki memeknya dari samping celana dalamnya. Kugesekkan jari telunjukku ke bibir memeknya yang sudah basah. Pelan-pelan kumasukkan jariku ke dalam memeknya, kulihat kepalanya mendongak ke atas sambil terus mendesah.

“Boleh dimasukin ga”?

Tanya aku sambil menatap wajahnya yang sekarang menjadi begitu seksi.

“Pelan-pelan ya,” jawabnya dengan nafas terengah-engah.

Mendapat persetujuan, aku pun berdiri di bawah ranjangnya dan di antara kedua kakinya. Kutarik lepas celana dalamnya sehingga kini untuk pertama kalinya aku melihat langsung memek seorang gadis.

Memeknya berwarna coklat dan kedua bibir memeknya begitu rapat seolah tak ada lubang di sana. Bulu-bulu kemaluannya yang tipis sudah terkena lendir-lendir yang keluar dari memeknya ketika kumasukkan jari telunjukku tadi. Kucium memek tersebut.
“Iiiihh, apaan sih. Jangan dicium, geliii ahh, “ tolaknya sambil kedua telapak tangannya menutup memeknya.

“Abis imut sih,” kata aku sambil tersenyum kepadanya.

Kulepaskan kedua tangan yang menutupinya dan langsung kugesek-gesekkan kontolku ke memeknya. Sesekali kujilat-jilat kedua putingnya.

“Eehmmm…ehhhhm….” lenguhnya makin tak jelas.

“SSayaaang, masukin aja sayaang, masukin….Eemmmhhhh,” pintanya.

Segera kudorong kontolku memasuki lubang memeknya, begitu sempit tapi karena sudah dipenuhi cairan-cairan, akibat rangsangan tadi. Perlahan-lahan kontolku pun menerobos.

Setelah kontolku masuk seluruhnya, kurasakan denyutan-denyutan memeknya menjepit kepala kontolku, begitu nikmat. Kutatap wajahnya, mata kami pun berpandangan seolah membuat kesepakatan untuk mulai menggenjoot.
Kutarik pelan-pelan kontolku lalu kumasukkan kembali pelan-pelan.

“Sayaang, enak banget Sayaang. . . “. 

“Aduh enak banget….emmmmhh,” teriaknya makin liar.

Semakin lama kocokan kontolku semakin kencang. Kedua tanganku pun terus memainkan kedua puting toketnya, sambil sesekali meremasnya dan menjilatnya.

Nanik pun menarik tubuhku memeluknya. Kini tubuh kami serasa menempel, teteknya menempel di dada aku yang telah berkeringat. Bibir kami berpagutan dan lidah kami saling membelit. Nikmat dan dasyaat sekali. Hanya kontolku yang masih bisa bergerak keluar masuk memeknya.

“Rikoo sayaang…..OOuuhhhhh…Ooouhhhh….Sayaaang ,” tiba-tiba tubuhnya menegang kemudian lemas sebentar.

“Kamu keluar ya” ? Tanya saya.

Sambil menghentikan kocokan kontolku tapi masih terbenam di memeknya.

”Iya, enak banget, enak banget. Kamu belum ya?” jawabnya sambil kepalanya

menggeleng-geleng pelan seolah baru merasakan sangat enak.
Tak kujawab pertanyaannya tapi kembali aku kocok kontolku.

“Jangan cepet-cepet, masih geli,” ucapnya.

Karena memang sebetulnya aku pun hampir oragasme, tak lama kemudian aku pun mengeluarkan pejuuhku.

“Ohhhhhh…ohhhhh…oooooooohhhhhhhh…….”

ucapku sambil menyemprotkan pejuuuhku ke dalam memeknya.

“ Jrooooccccttt….CRoooooooooooot……Crrrrooooooooot ”

Kucabut kontolku dan tidur di sebelahnya.

“Enak banget, makasih ya sayaangku Nanik,” ucapku.

Nanik Cuma tersenyum dan memelukku dengan kepalanya bersandar di dada saya. Setelah itu kami pun mandi bersama. Besoknya di acara pentas seni perpisahan sekolah, kami menjadi semakin rapat seperti sepasang pengantin baru. Kami pun beberapa kali mengulangi aktivitas seks di rumahnya.

Hingga akhirnya kami berpisah karena jarak yang meneruskan untuk  kuliah di kota yang berbeda dan berujung dengan putus karena sulit mempertahankan pacaran yang jauh untuk kontak secara langsung. Sangat tragis ya guys kisahnya, tapi untung nya ak udah bisa menikmati adegan seks bersama nya same puas. Dah dahulu cerita nya ya guys , kita sambung berikut nya. daaadaaa