Merasakan Sex Sama Anak Orang Kaya I

Cerita Dewasa ML Anak Kaya - Hay ,ada ada dengan mu kali ini ??lontarku dengan nada sebel dan kesal kepada Mawar.

“Iya nih,,,maaf ya ?saya malas latihan” . ucapnya

Sudah sampe berapa kali kamu mengikuti ,kok nada nya gak enak di dengar. Jangan kira kamu gak pernah latihan jadi maennnya bagus ya.???ujaraku.
cerita mesum terbaru 2018, cerita sex baru, cerita dewasa hot, ngentot anak orang kaya, ML pemain gitar, kentu pemain band, kisah hot 2018, kumpulan cerita seks, kisah making love anak band
Merasakan Sex Sama Anak Orang Kaya
Mawar kemudian tertunduk lesu dan memandangi sinar gitar nya, seolah olah sepertinya Mawar melihat jemari nya yang kaku. Saya agak jengkel, karena sebagai pentolan band, hal yang paling menyebalkan saat personil band gak focus dalam bagaian nya. Apalagi di tambah jarang sekali berlatih, saya kadang sering pusing saat pesonil band ku gak kompak kayak gini.

Dimana diriku yang mendapat bagian vocal, personil ku ini si Mawar yang sebagai pemegan gitar kedua membuat saya sedikit kesal. Mawar merupakan personil cewek dari band ku ini, ia berusia 20 tahun. Kebetulan Mawar bebarengan satu kampus denganku, dan menurutku Mawar juga berbakat untuk memainkan gitarnya.

Akan tetapi ia jarang sekali latihan, terdengar dari nada yang di ciptakannya sangat tak tepat dan melenceng , tak focus akan lagu yang saya bawakan, sebagai pertanda Mawar jarang sekali memegang alat musik nya. Dengan cara bermusik ini , saya dan rekan se band ku bermain untuk menambah penghasilan kita masing-masing.

Uang yang di berikan orang tua kepadsaya cuma cukup utuk membayar kossan saja. Dan uang kuliah kadang dapet dari beasiswa. Namun beasiswa tersebut tak penuh, karena itulah saya bermain music untuk mencari uang. Dan kadang-kadang saya membuka les music untuk sebagai tambahannya saja.

Dari yang kulihat lewat situs pertemanan instagram, Mawar nampak senang sekali bermain dengan teman2nya entah itu hangout di kafe, jalan2 ke pantai, maupun berkunjung ke jogja dengan teman2nya. Itu tak masalah sebenarnya, tetetapi jika ia meninggalkan latihan gitarnya, itu masalah buatku.

Ada orang yang bilang kalau personilnya ngaco, berarti bandnya yang ga bener. Itu membuatku menjadi gemas saat Mawar selalu membuat kesalahan saat latihan bermain.

“Sampai disini dulu ya, hari ini sampai disini saja” saya membereskan semua perlengkapan musik dan buku musik ku. “tetapi kak…” Mawar memotong ucapanku

“Tetapi kenapa… pokoknya minggu depan kita latihan  lagi yang tadi ya, jangan sampe ga bisa kayak sekarang.

” Saya segera bergegas keluar, memakai jaket , dan keluar untuk menyalakan mesin motorku. Sudah mau petang rupanya. Mawar kemudian menyusulku keluar.

“Kak… maafin saya ya…. Saya emang lagi banyak kegiatan akhir2 ini, jarang latihan….” Ucapnya.

“Oke deh… minggu depan perbaikin oke”

saya memakai helmku.

“Saya cabut dulu ya” saya mengendarai motorku. Dari spion saya bisa melihat Mawar masuk ke dalam mobilnya nya. Pertemuanku dengan Mawar bermula saat saya mengisi acara yang diadakan oleh BEM kampusnya. ia menjadi panitia, Culun Band. Berawal dari ngobrol2 Mawar rupanya bermain gitar juga dan ia ingin belajar dariku.

Karena saya mengajar di salah satu sekolah musik yang mentereng di Jogja, kusuruh saja ia daftar, dan ia pada akhirnya mendaftar untuk menjadi personilku. Sebenarnya Mawar menyenangkan, senang melucu dan mudah akrab. Tetetapi kekurangannya ya itu, malas berlatih, entah hari2nya dihabiskan oleh apa selain kuliah.

Apakah itu main, pacaran, saya tak terlalu tahu, karena obrolan antara saya dan Mawar cuma berkisar musik, lokal maupun musik global. Saya kembali ke kos ku, kunyalakan laptop hasil tabungan sendiri itu. Sebenarnya saya bukan dari keluarga yang kurang mampu, cuma saja ayahku orangnya disiplin dan tak memanjakan anaknya.

Waktu saya SMA di Semarang dulu, saat mampu mencari uang sendiri, saya sudah mulai meringankan beban orang tusaya dengan tak meminta uang jajan. Saat sebelum saya SMA, ayahku meninggal dan wasiat terakhirnya adalah agar saya terus meneruskan sekolah. Kujalani pesan ayahku, dan nyatanya, walaupun cuma dari mengajar dan bermain music di band, saya bisa menabung, membayar uang kuliah, dan menyicil motor.

Walaupun uang untuk kos masih dibantu oleh ibuku. Sedangkan Mawar, bisa dilihat hidupnya amat mudah. Orang tua yang kaya, dan memanjakan anaknya, terlihat dari Gitarnya yang terlihat baru dan kinclong, beda dengan peralatanku yang hasil nabung sendiri itu.

Naik mobil kemana, jalan2, pacarnya pun saya kenal, walau cuma sebatas tahu sama tahu saja. Anak orang kaya juga, kehidupan mereka berbeda jauh denganku. Tampaknya apa2 saja yang mereka inginkan mudah didapat.

Pada saat itu  saat sedang hujan, saya menunggu hujan reda dulu . Jam 5 harusnya saya sudah di tempat musik itu. Tetapi karena saya memakai motor, maka saya cuma bisa menunggu. Waktu terus berlalu. Hujan tak reda. Maghrib sudah tiba, dan saya sudah menelpon ke tempat musik itu untuk membatalkan latihan hari ini. Saya tidur2an di kasurku, malas untuk keluar kemana2 lagi. Tiba2 handphoneku berbunyi. Saya melihat layar handphoneku. Ternyata nomor Mawar.

“Halo kak….” Mawar yang mengawali pembicaraan

“Eh kamu, ada apa ? udah tau kan latihannya ga jadi ? “ jawabku

“Saya ada di depan kosan kakak” lanjutnya

“Eh…. Ngapain ? “ saya heran.

Mawar memutus telponnya dan segera saya bergegas keluar dari kamar kosanku. Dan kulihat Mawar dengan basah kuyup terguyur air hujan, berdiri di depan gerbang kosanku. Tanpa pikir panjang saya mengambil payung, lari dan membuka pintu gerbang.

“Lho kamu kenapa ? kok kehujanan ? mobil kamu mana ? “ tanysaya agak cerewet.

Namun Mawar cuma diam saja dan  menggigil menahan dingin, sekilas kulihat matanya memerah dan ada bekas tangisan. Untung saja tak ada orang yang lihat, jadi Mawar bisa masuk ke kamarku.

Karena kamar mandinya ada di dalam kamar, kusuruh Mawar untuk mandi. Tak lupa kuberikan  kaosku yang ukurannya agak kecil dan celana pendek, juga handuk yang biasa kupakai. Saya agak khawatir sebenarnya.

Karena di kosan ini tak boleh membawa tamu cewek ke dalam kamar. Saya tak tahu apa yang bakal terjadi kalau orang2 kosan mengira saya dan Mawar melakukan hal2 yang tak di inginkan .

Saya cuma diam menatap pintu kamar mandi. Suara air mengalir dari shower bisa kudengar dengan jelas. Tak berapa lama Mawar keluar, dengan memakai baju yang tadi kusiapkan. ia sedang berusaha mengeringkan rambutnya dengan menggosok2annya dengan handuk. Bisa kulihat matanya masih merah.
“Kenapa sih kamu ?” saya memberanikan diri bertanya.

“Ceritanya panjang kak….” Katanya.

Sembari duduk disampingku, di pinggir ranjang.

“Kalau ga mau cerita ga usah dipaksain deh” saya lalu berdiri dan memakai jaket.

“Saya beli makanan dulu ya, kamu diem disini dulu.”

“Jangan ikut keluar, soalnya di kos ku ini ga boleh ada tamu cewek masuk ke dalam kamar”

“Jangan berisik ya, nanti dikirain saya nngumpetin kamu ke dalem” kataku.

Mengingatkan saya tak habis pikir. Apa yang ada di pikiran Mawar sehingga ia nekat datang ke kos ku. Saya berjalan dengan payung di tengah hujan, menuju tukang nasi goreng untuk memesan 2 porsi, dibawa pulang. Saya kembali ke kamar kosku. Hujan telah reda dan Saya membuka kunci kamar, dan melihat mawar sedang menerima telpon dengan air mata yang menetes.
Saya segera menutup pintu kamar dan menyiapkan makanan. Mawar  pun  cuma diam saja, dan kemudian  menutup telponnya.

“Oiyaa… makan dulu…” saya menegurnya Mawar cuma diam.

Sejenak kami berdua terdiam beberapa saat.

“Kak… ada tisu ?” Mawar akhirnya membuka mulut. Saya segera mengambilkan tisu dari laci meja belajar. Mawar mengusap air matanya dan menarik nafas panjang.

“Sory ya kak saya bikin repot” Mawar mengambil makanannya dan mulai makan.

“Ga papa kok, santai aja”.
“Ntar kalau bajunya dah kering saya anter kamu pulang ya” jawabku.

“Ga usah kak…. Saya mau disini aja” pernyataan Mawar membuatku kaget.

“Tapi, saya kan udah bilang, kos ku  disini ga boleh nerima tamu cewek sebenernya “
Saya sengaja mempertegas kata2ku.

“Saya gak akan ribut kak. Janji” jawabnya.

Saya cuma menghela nafas sambil ogah2an menyantap nasi gorengku. Apa sih maunya dia, begitu pikirku.

“Kalau mau minum ambil sendiri ya gelasnya di rak di deket pintu kamar mandi” ucapku setelah Mawar menyelesaikan makanannya. Mawar  menurut dan mengambil gelas, dan menuangkan air dari dalam kulkaas. Saya tak menghabiskan makananku, dan menyalakan laptopku. Jujur saja saya bingung bagaimana harus menghadapi Mawar. Saya jarang pacaran, saat sekolah saya malah tak sempat pacaran. Sibuk dengan mata pelajaran dan musik. Apalagi sekarang, kuliah, musik, ngajar. Itulah yang menyebabkanku agak canggung cuma berdua di kamar dengan seorang cewek.

“Kalau mau baca2 majalah itu ada di rak di atas kasur” Saya berkata seperti itu karena Mawar terlihat cuma duduk di tepi ranjang dan memandang lantai dengan tatapan kosong Tetapi Mawar seakan tak menggubris ucapanku. ia masih melamun

“Mawar sebenrnya ada apa sih ?” Saya makin penasaran.

Mawar nampak kaget mendengar pertanyaanku.

“Hmmm…. Saya heran kak… apa sih yang dimauin sama cowok cowok”

dia membuka dialog

“Kenapa gitu ?”

saya turun dari kursi dan duduk di karpet. Mawar pun turun dari pinggir ranjang dan duduk di hadapanku. “Tadi saya rencananya saya gak ikut ke tempat muik kak….” jawab Mawar “Terus ?” “Saya jalan2 sama pacarku tadi. Pas jam 5, jam harusnya saya ke tempat musik, saya di dalem mobil pacarku, ia lagi nyetir, rencananya mau jalan cari makan terus nonton” Mawar melanjutkan ceritanya.

“Entah kenapa handphone ia ditaruh di dashboard. Saya pinjem, mau main game yang ada di hapenya. ia ngebolehin, tetapi entah kenapa saya tiba2 pingin buka inbox smsnya”

Halah….. Pasti cowoknya selingkuh, begitu pikirku dalam hati.

“Saya ngeliat sms2 mesra kak. Gak cuman satu tetapi beberapa cewek” Buset.

Pikirku. Jagoan banget tuh cowok. “Saya kurang apa sama ia coba ? bela2in bolos ke tempat musik, bela2in dia, selalu saya temenin, kok ia begitu sama saya ?”

diapun mulai menangis lagi.

“Jijik liat sms2 itu, sayang2an segala macem orang pacaran aja” Saya mengambilkan Mawar tisu lagi karena airmatanya mengalir deras.

“Terus gimana ?”

Dan saya memintanya melanjutkan ceritanya.

“Saya marah kak. Tetapi ia cuman diem aja  dan gak ngomong apa2. Akhirnya di lampu merah saya keluar dari mobil”.ucapnya

“Kan ujan” jawabku sedikit tak antusias.

Entah mengapa kasus ini sangat klasik pada orang2 yang pacaran. Tetapi tampaknya Mawar sangat terpukul oleh kejadian tersebut.

“Biarin aja kak. Saya jalan, ngejauh dari mobil, saya bisa denger sih ia nglakson terus….. tetapi setelah jauh dari mobilnya, saya bingung mau kemana. Tetapi saya inget kalau tempat tadi deket sama kos nya kakak. Makanya saya kesini.

” Memang dulu Mawar pernah kesini diantar oleh pacarnya, mengambil partitur lagu. “

Terus ?

kok kamu malah kesini ?

Ga pulang aja ?” tanyaku.

Sambil berusaha meyakinkan ia agar pulang.

“Males nanti ditanyain sama orang tua…. kemana si pacar, kok pulang sendiri. Ribet “ jawabnya. “Lah kalau dicariin gimana ?”

saya jadi bingung doonk..

“Saya udah bilang sama orang tua aku… mau tidur di rumah temen”.
“Tenang aja, mereka percaya kok…..”

Aduh, Entah kenapa kalau  menurutku Mawar berlebihan dalam menghadapi masalah ini. Kenapa gak putusin aja cowok itu, cari taksi, pulang, tidur, besok lupa. Tetapi ia malah repot2 pergi ke kos ku.

“Terus kamu mau ngapain disini ?” tanysaya dengan malas.

 “Saya mau nenangin diri dulu kak…..”.

“ Lahh….,Bukannya lebih enak di rumah ? “

Disitu kan bisa nangis jungkir walik di depan orang tua. Dijamin bakal ditenangin, abis nangis besoknya lega deh. Saya bingung melihat cengengnya menghadapi masalah ini.

“Oke  lah terserah kamu aja” kataku.

“Tetapi inget, jangan ribut, jangan keluar kamar, besok pagi saya anterin ke rumah”.

“Iya kak” jawabnya… Jam2 berikutnya diisi dengan obrolan2 yang biasa kami lakukan, soal musik, teknik bermain gitar. Tak lupa saya menyetel musik keras2 dari laptop dan menyalakan tv agar suara kami tak terdengar. Tanpa terasa sudah jam 11 malam.

“Saya ngantuk kak….” Kata Mawar

“Hmm…. kamu tidur di atas aja, saya biar tidur di karpet” jawabku.

“Enggak kak… saya kan tamu. Saya aja yang tidur di karpet”

Hmmm malah enak di saya . Saya pikir mengiyakannya dan saya menyibakkan  selimut cadangan di karpet, untuk alas tidur agar agak empuk, dan memberinya selimut tipis serta bantal yang berlebih di ranjang.

Kemudian  saya mematikan lampu, dan juga naik ke ranjang, bersiap untuk tidur.

“Jangan dimimpiin kejadian yang tadi ya..” katsaya mengingatkan.

“Iya kak….”

Dan  saya cuma menatap langit2 atap  sambil memikirkan caranya besok pagi keluar tanpa ketahuan yang jaga kos. Kebetulan aja tadi hujan besar sehingga penjaga kos tak memperhatikan pintu gerbang. Saya agak kesal dengan sikap Mawar, sudah malas latihan, dan tak berpikir panjang.

Sebenernya muncul rasa kasihan yang besar dalam diriku. ia belum dewasa, belum bisa mengambil keputusan dengan matang, dan akibatnya seperti ini. Ada di kos ku , dan tidur di lantai. Yasudah lah, barang kali Mawar butuh teman malam ini, begitu pikirku. Entah kenapa saya tak bisa tidur malam ini, harus kuakui kehadiran Mawar malam ini merusak pikiranku. Bukannya membaik namun pikiranku menjadi kotor.

Saya pernah melakukan seks, sekali2nya waktu baru kuliah dulu. Pengalaman itulah yang membuatku sedikit membayang2kan bagaimana kalau saya bermain cinta dengan Mawar. Mawar memang cantik, kulitnya putih dan mukanya manis. Dan fakta2 itulah yang membuat pikiranku menjadi kotor. Coba kalau ia laki2, pasti saya santai2 saja. Lama saya tak bisa tidur, ku sengaja menghadap ke tembok agar tak melihat Mawar.  Dan tiba-tiba breeeegh... Saya merasa ranjangku dinaiki orang.Tunggu kelanjutan kisah nya ya guys…jangan horny dulu ya guys. Sekian