Gairah Ibu Guru Masih Hot

Cerita Sex Baru 2018 Guru Sekolah - Sudah lama tak berkunjung ke sekolahan dan mumpung ada acara reuni teman teman juga mengundang guru yang berkenan hadir , guru guru pada datang dan saya bertemu yang dulunya tercantik di sekolah sekarang juga masih cantik namanya Ibu Tiyas

Bu Tiyas sampai saat ini masih seperti dulu yang berwajah masih cantik dan anggun, tubuhnya pun masih terawatt dengan bagus.meskipun umurnya yang sekarang sudah menginjak usia 33 tahun. Saat bertemu dengan Bu Tiyas dan berbincang dengan akrab.
cerita mesum ibu guru, sex skandal ibu guru, guru dientot murid, cerita dewasa guru mesum, kisah dewasa mesum bareng guru, guru hot, guru binal, guru sange, cerita seks guru sensasional, memek guru hot
Gairah Ibu Guru Masih Hot
Gaya  pakaainnya begitu menarik dengan memakai baju daleman yang berbalut dengan blazer yang sedikit ketat dengan paduan rok mini selutut. Bentuk tubuhnya yang menawan sehinnga membuat birahi ku timbul.

Saat waktu mengajar pada angkatanku, ia merupakan guru termuda di sekolah kami. Waktu acara reuni lumayaan banyak yang di obrolkan dengan ku ,karena saat itu saya mencoba untuk mendekatinya dan jadi deh untuk rencana awalku.

Waktu terus berjalan dan tak terasa acara reuni itu selesai. Tanpa sadar tamu yang datang sudah pada pulang dan tinggal kami berdua yang tersisa di sekolahan. Saat itu kami juga ikut pulang dan berjalan menuju pintu keluar sekolah, dan sesampainya di depan pintu keluar Bu Tiyas teringat atas barang bawaannya yang masih tertinggal di dalam kelas.

Sehingga saya mencoba menemaninya untuk kembali ke dalam kelas pada waktu acara reuni tersebut. Saat itu kira-kira  jam 8 malam dengan sorotan lampu yang tak begitu terang di sekolahan. Setelah sampai di dalam kelas kemudian Bu Tiyas mengambil sesuatu yang tertinggal dan kemudian saya melamun sebentar akan kenangan-kenangan sekolah ini dan kelas ini. Begitu aneh rasanya ketika saya mengitnya, dan tiba- tiba lamuan ku hilang sat Bu Tiyas menegurku.

“Ada Apa Toni. . ?” kok melamun saja.” Ucap Bu Tiyas.

“ Oh, gak apa-apa Bu. . ?”hanya kangen saja pada masa SMA “ jawabku.

Dengan nuansa yang sepi dan senyap malah membuat birahi ku kembali memuncak dengan aroma bau badan Bu Tiyas yang sangat wangi tertiup angin malam. Dan jantungku berdebar mau melaukan apa terhadap Bu Tiyas.

“ Udah malam nih Toni, ayok .   . .buruan kita pulang. .” ucap Bu Tiyas.

“Iya , Bu Tiyas. . “

“ Mari saya antar Bu, pulang ke rumah dengan Mobil saya”? tawaranku.

“Oke , Toni …terima kasih banyak. ..”ucap Bu Tiyas.

Dan kemudian saya mengungkapkan isi hatiku sama Bu Tiyas

“ saya suka dengan Bu Tiyas. . “ucap ku.

Dengan pedenya saya berucap dengan hartti yang berdebar  “ Dug…Dugg…Dugg….”.

Dan saat itu pula Bu Tiyas jadi diam dan langsung keluar dari dalam kelas dengan jalan yang sedikit memburu. saya sangat ceroboh dengan ucapanku dan menjadi tak akrab saja jadinya. Kemudian saya mencoba untuk meminta maaf atas ucapanku itu.

Dengan status Bu Tiyas yang sudah janda membuatku jadi salah tingkah dengan pikiran-pikiranku. Setelah berjalan menemani Bu Tiyas dengan tergesa-gesa tadi, Bu Tiyas berhenti sejenak di depan Ruang kantor nya dan mengambil kunci ruang kantor yang berada di dalam tas nya itu.

Kemudian Bu Tiyas mengeluarakan kunci kantornya dan masuk ke dalam . di dalam pikiranku sedang apa Bu Tiyas malah masuk di dalam ruang kantornya. Kemudian saya juga ikut masuk ke dalam ruang kantor dan menanyakan lagi sedang apa Bu Tiyas masuk kedalam ruang kantor.

Terus saya mengajaknya untuk pulang tetapi Bu Tiyas menolak dengan ajakkanku. saya pun jadi merasa bersalah dengan ucapanku tadi, dan segera saya memegang tangannya Bu Tiyas, dan seketika sat itulah Bu Tiyas langsung memelukku dan menciumku. Paada saat itulah saya segera membalas ciumanya itu dengan beradu bibir dan lidah.

Haduh, ,,di dalam pikiranku yang kalut , tiba-tiba jadi suasana yang hot dan menyenangkan. Dengan gesit nya saya mencumbunya dengan birahiku yang saya tahan dari tadi terhadap Bu Tiyas.

Dan ternyata Bu Tiyas juga tak kalah dengan aksiku yang liar, Bu Tiyas membalasnya juga dengan birahi yang meletup-letup karena juga sudah lama Bu Tiyas menjanda dan lama merasakan hasrat seksual. Lalu saya segera menjamah pada bagian payudaranya yang sekal dan padat dengan bibirku.

Bu Tiyas dengan nafas yang tak teratur karena sosoran bibirku di payudaranya, sehinngga ciuman ini semakin menjadi panas. Dengan aksiku, Bu Tiyas kemudian memainkan aksinya dengan tangan kanan yang sudah merogoh ke bagian celana ku. Kontol ku yang di balut celana di remas-remas nya dari luaran dan kemudian tangan nya menerobos di balik celana ku.

Kontolku yang sudah di pegang seutuh nya lalu di remas-remas, kontolku semakin terangsang dan membengkak dengan ukuran yang menjadi berat. Saat itu pula, saya meminta Bu Tiyas untuk membuka blezernya dan di buka nya dengan perlahan , kutatap pada bagian payudaranya yang begitu mantap dan menjadikan birahiku memuncak.

Saat ku lihat dadanya, saya kira biasa-biasa saja  ternyata dugaaku salah besar. Dadanya sangat indah dan bersih dengan kedua tai lalat yang berwarna merah muda. Bh nya yang telah saya lucuti itu berwarna hiaju muda dengan model yang menawan. Karena nafsuku sudah begitu besar, saya tak sabar untuk menciuminya payudaranya yang sekal.

Secara perlahan-lahan ku nikmati tubuhnya yang masih indah itu dengan sepenuh hati. Bu Tiyas juga terangsang karena dengan aroma parfum yang kupakai dan dengan tubuhku yang berbentuk juga sehingga gairah Bu Tiyas terangsang.

Dan Bu Tiyas berkata : “ TONI , saya mau bercinta denganmu sekarang”.

“ Tolong ya Ton, puasin saya dan tutup pintu nya” bisiknya.

Hahhahah. . .tanpa di suruh pun saya juga akan menutupnya dan sesegera mungkin saya menutup pintu kantor itu rapat rapat dan menguncinya dari dalam juga. Setelah itu saya kembali ke pelukan Bu Tiyas dan saya sedikit jongkok di depannya dengan membuka rok nya dan mengangkan kan kedua kakinya.

Wooow. . .begitu wangi aroma di dalam nya dan begitu bersih pahanya. Dengan selakangan yang terlihat menonjol atau nonong itu yang di balut dengan Cd berwana hijau muda juga selaras dengan BHnya. Lalu segera saya jilati dan ciumi pahanya dan tanganku yang bergreliya dipayudaranya sebentar.

Kemudian tanganku beralih ke bagian memeknya untuk meraba-raba dan memainkan klitoris nya. Dengan menjilati pahanya lalu ku jilati pula bagian memeknya dan Bu Tiyas bergetar menggeliat geli dengan desahan-desahan lembutnya. Ketika jilatanku di memeknya berlangsung ,

Bu Tiyas berkata : “Kamu mau apakan Toni. . ?”

Sambil meremas kapalaku dan memegangi sebagian rambutku

“uhh. . . .Oh . .. .Uh. .. . “desah Bu Tiyas.

Bu Tiyas sepertinya terhanyut dengan kenikmatan-kenikmatan yang saya ciptakan.

Terlihat begitu menikmati hanya di batasi dengan CD nya yang masih di kenakannya dan gempuran pun segera saya tingkatkan. Setelah itu CD nya saya lucuti dan sudah nongol pemata yang tersembunyi di hadapan mataku. Sedikit berwarna merah pucat dengan klitorisnya yang sedikit basah.

Klitoris yang besar sesuai dengan dugaanku. Di sekelilingnya ditumbuhi rambut yang tak begitu tipis. Kumainkan lidahku dan bermain di bibir memek nya. Secara perlahan ku  mulai masuk ke dalam dengan gerakan-gerakan melingkar yang membuat Bu Tiyas makin sahwat, sampai harus mengangkat-angkat bokongnya.

“Aahh… Kau pintar sekali  Ton.  .. Belajar dari mana hh…”

Tanpa sungkan-sungkan Bu Tiyas melumat bibirku. Lalu tangannya menyentuh celanaku yang menonjol akibat batang kontolku yang sudah ngaceng maksimal, meremas-remasnya beberapa saat. Betapa lembut ciumannya, meski masih polos.

Aku segera menjulurkan lidahku, memainkan di rongga-rongga mulutnya. Lidahnya ku belit sampai ia seperti hendak tersendak. Semula Bu Tiyas seperti akan menolak dan melepaskan diri, tapi tak ku lepaskan. Mulut ku yang  melekat di mulutnya.

“Uh kamu pengalaman sekali ya. Sama siapa?Pacarmu?”,

tanyanya diantara cipokan ciuman yang membara dan mulai sahwat. saya tak menjawab,  tanganku mulai mempermainkan kedua payudaranya yang tampak menggairahkan itu. Biar lebih bebas dan enak BH-nya segera kulepas. Kini ia telanjang dada. Tak puas, segera ku lorotkan rok mininya. Nah kini ia telanjang bulat. Betapa bagus tubuhnya. Padat, kencang dan putih mulus.

“Nggak adil.. . . !!! “
“Kamu juga harus lepas baju . “

Bu Tiyas pun melucuti kaos, celanaku, dan terakhir CD ku. Dengan batang kontolku yang tegak penuh segera diremas-remasnya. Tanpa diarahkan kami rebah di atas meja kantor, saling menindih. saya menunduk ke selangkangannya, mencari pangkal kenikmatan memeknya.

Tanpa ampun lagi mulut dan lidahku menyerang daerah darurat itu dengan liar. Bu Tiyas mulai mengeluarkan jeritan-jeritan tertahan menahan nikmat. Hampir 7  menit kami menikmati permainan itu. Selanjutnya saya merangkak naik. Menyorongkan batang kontolku ke mulutnya.

“ Sekarang Gantian ya Bu Tiyas ..”

Tanpa menunggu jawabannya segera kumasukkan batang kontolku ke mulutnya yang seksi dan basah. Semula agak kesulitan, tetapi lama-lama ia bisa menyesuaikan diri sehingga tak lama batang kontolku masuk ke rongga mulutnya. Justru di sinilah fantasinya, 

“Selama ini sama suami main seksnya gimana?”, tanyaku sambil menciumi payudaranya.

Bu Tiyas tak menjawab. ia malah melumat bibirku dengan penuh gairah.

Dan waktu itu tanganku pun secara bergantian memainkan kedua payudaranya yang kenyal dan selangkangannya yang mulai basah. saya tahu, Bu Tiyas sudah kepengin disetubuhi. Tapi  saya sengaja membiarkan ia menjadi penasaran sendiri.

Tetapi lama-lama saya tak tahan juga, batang kontolku pun sudah ingin segera memompa dan menyumpal liang kenikmatannya. Pelan-pelan saya mengarahkan kontolku yang sudah kaku dan keras itu ke arah selangkangannya. Ketika mulai menembus liang memek nya, dan kurasakan tubuh Bu Tiyas agak gemetar.

“Ohh…Uoohh. . .ouhh. . .”,

desahnya ketika sedikit demi sedikit batang kontolku masuk ke liang memek nya. Setelah seluruh kontol ku masuk, saya segera bergoyang naik turun di atas tubuhnya. saya makin terangsang oleh desahan-desahan kecil, lenguhan serta kedua payudaranya yang ikut terombang ambing. 5  menit setelah ku pompa, Bu Tiyas menjepitkan kedua kakinya ke pinggangku. Pinggulnya dinaikkan. Tampaknya ia akan orgasme. Genjotan batang kontolku kutingkatkan temponya .

“Ooohhh… ahh… hmm… ssshh…”, desahnya

Guruku, Hasratku | Dengan tubuh menggelinjang menahan kenikmatan puncak yang diperolehnya. Kubiarkan ia sebentar menikmati orgasmenya beberapa saat. Lalu ku ciumi pipi, dahi, dan seluruh wajahnya yang berkeringat.

“Sekarang Bu Tiyas berbalik. Menungging di atas meja.., ok!”

Aku mengatur badannya dan Bu Tiyas menurut. ia kini bertumpu pada siku dan kakinya.

 “Mau di apakan  lagi  saya ini Ton?”, tanyanya.

“Pokoknya enaaaakk. . Bu Tiyas…. “

“Bu Tiyas tenanng saja . .” jawabku.

Guruku, Hasratku | Setelah siap dan terasa sudah enalk posisinya, saya pun mulai menggenjot dan menggoyang tubuhnya dari belakang. Bu Tiyas kembali menjerit dan mendesah merasakan kenikmatan yang tiada taranya, yang mungkin selama ini belum pernah ia dapatkan dari suaminya. Setelah ia orgasme sampai dua kali, kami istirahat.

“Capek?”, tanyaku.

“Kamu ini aneh-aneh saja. Sampai mau copot tulang-tulangku”.

“Tapi kan nikmat Bu..”, jawabku

Sambil kembali meremas payudaranya yang menggemaskan.

“Ya deh kalau capek. Tapi tolong sekali lagi, saya pengin masuk agar spermaku keluar. Nih sudah nggak tahan lagi batang kontolku. Sekarang Bu Tiyas yang di atas”, kataku

Sambil mengatur posisinya. saya terletang dan ia menduduki pinggangku. Tangannya ku arahkan agar memegang batang kontolku masuk ke memek nya. Setelah masuk sepenuhnya kontolku, tubuhnya kunaik-turunkan seirama genjotanku dari bawah.

Bu Tiyas tersentak-sentak mengikuti irama goyanganku yang makin lama kian cepat. Payudaranya yang ikut terombang ambing menambah gairah birahi sahwatku. Apalagi diiringi dengan desahan dan jeritannya saat menjelang orgasme.

Ketika ia mencapai orgasme saya belum apa-apa. Posisinya segera ku ubah ke gaya tubruuuk. Bu Tiyas kurebahkan dan saya menembaknya dari atas. Mendekati klimaks saya meningkatkan frekuensi dan kecepatan genjotan batang kontolku.

“Oh Bu Tiyas.., saya mau keluar nih ahh..”

Beberapa detik kemudian spermaku muncrat di dalam liang memek nya. Bu Tiyas kemudian menyusul mencapai klimaks. Kami berpelukan erat. Kurasakan liang kenikmatannya begitu hangat menjepit batang kontolku. Lima menit lebih kami dalam posisi rileks seperti itu. Kami berpelukan, berciuman, dan saling meremas lagi. Seperti tak puas-puas merasakan kenikmatan yang baru saja kami rasakan.

Setelah adegan seks itu selesaui di dalam kantor, kami segera pergi meninggalkan ruang sekolah dan mencari makan sambil  bercakap-cakap kembali.

Bu Tiyas keesokan harinya bisa kujemput lagi atau kuantar. Dan saat Sore pun sudah berganti untuk kedua kali nya, Bu Tiyas kujemput dengan mobilku. Kita makan di mall dan kami pun beranjak pulang menuju tempat parkir. Di tempat parkir itulah kami beraksi kembali, saya mulai menciumi lehernya.

Bu Tiyas mendongakkan kepala sambil memejamkan mata, dan tanganku pun mulai meremas kedua payudara nya. Nafas Bu Tiyas makin terengah, dan tanganku pun masuk di antara kedua pahanya. Celana dalamnya sudah basah, dan jariku mengelus belahan empuk yang mempesona.

“Uuuhh.., mmmhh..”,

Bu Tiyas menggelinjang, tapi gairahku sudah sampai ke ubun-ubun dan saya pun membuka dengan paksa baju dan rok mininya.

“Haaahh. . . . .! “

Bu Tiyas dengan posisi yang menantang di jok belakang dengan memakai BH puitih  dan CD putih. saya segera mencium pentil payudaranya yang montok  dan masih berbalut dengan BH-nya yang seksi, berganti-ganti kiri dan kanan.

Tangan Bu Tiyas mengelus bagian belakang kepalaku dan erangannya yang tersendat membuatku makin lepas kontrol. saya menarik lepas celana dalamnya, dan nampaklah bukit memek nya. saya pun segera membenamkan kepalaku ke tengah selakangannya.

“Mhhhhh….uhhh…, mmmhh..”.

Tangan Bu Tiyas meremas –remas dan pinggulnya bergetar ketika bibir tempiknya saya cumbui. Sesekali lidah ku berpindah ke perutnya dan menjilatinya dengan perlahan.

“Ooohh.., Uhhhhhh. . . ..auuuw. . ...”.

Bu Tiyas mengangkat punggungnya ketika lidahku menyelinap di antara belahan tempik nya yang masih begitu rapat. Lidahku bergerak dari atas ke bawah dan bibir tempiknya  mulai membuka. Sesekali lidahku menjulur ke klitorisnya yang membuat tubuh Bu Tiyas mengangkat sedikit  dan nafas Bu Tiyas tersa berat.

Tanganku naik ke dadanya dan meremas kedua bukit payudaranya. Pentilnya semakin  membesar dan mengeras. Ketika saya berhenti menjilat dan mengulum, Bu Tiyas tergeletak terengah-engah, matanya terpejam. Tergesa saya membuka semua pakaianku, dan kontolku yang tegak seperti menara mercucuar, ku temple-tempelkan di pipi Bu Tiyas.

“Mmmhh…, mmmhh.., ooohhm..”. Ketika Bu Tiyas membuka bibirnya, ku jejalkan kepala kontolku, dan sekarang Bu Tiyas pun mulai menyedot nyedot . Tanganku bergantian meremas payudaranya dan membelai tempik nya.

“Oouuuh Bu Tiyas.., enaaaak.., teruuuss…”, erangku.

Bu Tiyas terus mengisap batang kontol ku sambil tangannya mengusap memeknya sediri  yang juga telah banjir karena terangsang dengan kontolku yang begitu wow. . . dan perkasa baginya.

Hampir 10 menit ia menghisap kontolku dan tak lama terasa sekali sesuatu di dalamnya ingin meloncat ke luar.

“Bu Tiyas.., ooohh.., enaaak.., teruuus”, racauku .

Dia mengerti kalau saya mau keluar, maka ia memperkuat sedotannya dan sambil menekan liang memeknya. saya lihat ia mengejang dan matanya terpejam, lalu..,

“Criitt. . . .criiit.., cuuurr.., ccuuur..”

“Oughh.., Toni.., nikmat.. sekali ”, erangnya

Tertahan karena mulutnya tersumpal oleh batang kontolku. Dan karena hisapannya terlalu kuat akhirnya saya juga tak kuat menahan ledakan dan sambil ku tahan kepalanya, kusemburkan pejuhku ke dalam mulutnya,

“Crooot.., jrooot. . .. croott.., crooot..criiitt. . . . ”,
Banyak sekali pejuhku yang muncrat di dalam mulutnya.

“Aaarrgghhhkk.., Oooough. .  .. ”, dengan puas.
Aku masih belum merasa lemas dan masih kuat lagi kemudian saya pun naik ke atas tubuh Bu Tiyas dan bibirku melumat bibirnya. Aroma kontol ku ada di mulut Bu Tiyas dan aroma memek Bu Tiyas di mulutku, bertukar saat lidah kami saling membelit.

Dengan tangan, ku gesek-gesekkan kepala kontol ku di celah di selangkangan Bu Tiyas. Dan sebentar kemudian kurasakan tangan Bu Tiyas menekan pantatku dari belakang.

“Ohm, Toni. .. masuk.., Auooogh.., masukin ya. . . ”

Perlahan kontolku mulai menyelinap masuk ke liang tempiknya dan Bu Tiyas semakin mendesah-desah. Segera saja kepala kontolku terasa tertahan oleh sesuatu yang kenyal. Dengan satu hentakan, tembuslah yang menghadang itu.

Bu Tiyas teriak kecil dan saya menekan lebih dalam lagi dan mulutnya mulai menceracau,

“Aduhhh.., assshh.., iya..,Toni . . . terus.., “
“Mmmmhh.., “
“Aaduhhh.., enak.., Toni. . .”

Aku lalu memeluk ke tubuh Bu Tiyas, lalu membalikkan kedua tubuh kami sehingga Bu Tiyas sekarang duduk di atas pinggulku. Nampak kontolku menancap hingga pangkal di memeknya. Tanpa perlu diajari, Bu Tiyas segera menggerakkan pinggulnya, sementara jari-jariku bergantian meremas dan mengelus-ngelus teteknya, terus klitorisnya . Dan kami pun mencapai puncak orgasme .

Lewat beberapa waktu, gerakan pinggul Bu Tiyas makin menggila dandia segera membungkukkan tubuhnya dengan bibir kami saling melumat. Tangannya menjambak rambutku, dan akhirnya pinggulnya berhenti menyentak. Terasa cairan hangat dan kental membalur seluruh batang kontol ku. Setelah tubuh Bu Tiyas melemas, saya mendorongnya hingga telentang, dan sambil menindihnya, saya mengejar puncak orgasmeku sendiri.

Ketika saya mencapai klimaks, Bu Tiyas tentu merasakan semburan air pejuhku di liang memek nya, dan ia pun mengeluh lemas dan merasakan orgasmenya yang kedua. Sekian lama kami diam terengah-engah di dalam mobil  dan tubuh kami yang basah kuyup dengan keringat masih saling bergerak bergesekan, merasakan sisa-sisa kenikmatan orgasme. Untuk cerita nya sekian dulu ya guys , nantikan cerita selanjutnya yang lebih menarik.